markovnikov dan anti markovnikov
ATURAN MARKOVNIKOV DAN ANTI MARKOVNIKOV
PADA REAKSI ADISI


Urutan kestabilan karbokation ialah tersier>sekunder>primer. Untuk propena, kedua posisi adisi H+ akan menghasilkan : (1)karbokation primer, tak stabil, berenergi tinggi, atau (2) karbokation sekunder, lebih stabil, berenergi lebih rendah. Oleh karena itu karbokation sekunder memiliki keadaan transisi yang berenergi lebih rendah dan dengan laju pembentukkan yang lebih cepat. Semakin stabil karbokation maka semakin reaktif.

CH3(+)<CH3CH2(+)<(CH3)2CH(+)≈CH2=CH-CH2(+)<C6H5CH2(+)≈(CH3)3C(+)

Dalam kimia Organik, aturan Markovnikov dirumuskan oleh ahli kimia Vladimir Vasilevich Markovnikov pada tahun 1870. Aturan tersebut berdasarkan aturan Zaytsef, yang menyatakan bahwa alkena yang memiliki gugus alkil yang terbanyak pada atom-atom karbon ikatan rangkapnya, terdapat dalam jumlah terbesar dalam campuran produk eliminasi(alkena yang tersubsitusi lebih melimpah). Pada aturan Markovnikov, "Ketika sebuah alkena tidak simetris bereaksi dengan hidrogen halida memberikan alkil halida, hidrogen menambah karbon dari alkena yang memiliki sejumlah besar substituen hidrogen, dan halogen ke karbon yang alkena dengan jumlah lebih sedikit dari substituen hidrogen "
Di ilustrasikan pada reaksi dibawah ini:
![]() |
Berdasarkan Reaksi diatas :
Sesuai dengan aturan Markovnikov yang mengatakan ‘‘Apabila sebuah senyawa HX diadisi ke sebuah alkena asimetris, maka atom hidrogen akan terikat pada atom karbon yang sebelumnya mengikat lebih banyak atom hidrogen”.
Dalam hal ini, hidrogen menjadi terikat ke gugus CH2, karena gugus CH2 memiliki lebih banyak hidrogen dibanding gugus CH.Perhatikan bahwa hanya hidrogen yang terikat langsung pada karbon ikatan rangkap yang dihitung. Atom-atom hidrogen yang terdapat pada gugus CH3 tidak dihitung.
Mekanisme Reaksi

Adisi berlangsung dengan mekanisme ini karena karbokation(ion karbonium) yang terbentuk adalah karbokation sekunder. Ini lebih stabil(sehingga lebih mudah terbentuk) dibanding karbokation primer yang akan dihasilkan jika hidrogen terikat pada atom karbon tengah dan bromin terikat pada atom karbon ujung.
Kestabilan Halogenasi
Hidrogen fluorida, hidrogen klorin dan hidrogen iodida semuanya mengalami adisi persis sama seperti hidrogen bromida. Satu-satunya perbedaan adalah pada laju reaksi:

HF | reaksi paling lambat |
HCl | |
HBr | |
HI | reaksi paling cepat |
Ini karena ikatan hidrogen-halogen menjadi lebih lemah apabila atom halogen semakin besar. Jika ikatan menjadi lebih lemah, ikatan tersebut akan mudah terputus sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.

Perhatikan bahwa produk yang terbentuk masih sesuai dengan Kaidah Markovnikov.

Berdasarkan reaksi di atas, karbokation yang terbentuk adalah karbokation sekunder. Ini lebih stabil dibanding ion karbokation primer yang akan terbentuk jika hidrogen terikat pada atom karbon tengah dan X pada atom karbon ujung. Karbokation yang lebih stabil akan lebih cepat terbentuk.



Kestabilan radikal bebas sesuai karbokation dengan urutan tersier > sekunder > primer. Sedangkan reaktivitas halogen terhadap alkana tidak disebabkan oleh pemaksapisahan (mudahnya molekul X2 terbelah menjadi radikal bebas) akan tetapi tergantung pada DH tahap-tahap propagasi dalam halogenasi radikal bebas.
Mekanisme Reaksi
ROOR (peroksida) mudah terbelah menjadi radikal bebas
ROOR à 2 RO▪
RO▪ + HBr à ROH + Br▪
(radikal bebas)




CH3 – CH = CH2 + Br▪ à CH3 – CHBr - CH2 (Radikal bebas primer kurang stabil)
(radikal bebas)

▪
CH3 – CH - CH2Br + HBr à CH3 – CH2 - CH2Br + Br▪

Langkah 1:
Sebuah bromin elektrofilik radikal menyerang alkena untuk menghasilkan o 2 radikal.
Sebuah bromin elektrofilik radikal menyerang alkena untuk menghasilkan o 2 radikal.
Langkah 2:
Radikal abstrak atom H dari molekul HBr membentuk ikatan dengan atom C yang memiliki electron bebas,
Radikal abstrak atom H dari molekul HBr membentuk ikatan dengan atom C yang memiliki electron bebas,
manteb gan
BalasHapusmantep
BalasHapus